Syrik adalah suatu kezholiman. Perbuatan yang menempatkan suatu Ibadah bukan pada tempatnya, memberinya kepada yang tidak berhak menerimanya. Syrik bukan hanya khusus penyembah berhala saja. Kesyrikan yang dimaksudkan didalam Al-Qur'an dan As-Sunnah yang pernah diperangi oleh Rasululloh SAW dimasa Kafir Quraisy Jahilia adalah tentang, KEKUFURAN yaitu Al-I'tikod / Keyakinan hati

Kamis, 20 November 2008

"SYRIK"

Oleh : NURDIN.VERIN.YRASKA

Syrik adalah suatu kezholiman.
Perbuatan yang menempatkan suatu Ibadah bukan pada tempatnya,
memberinya kepada yang tidak berhak
menerimanya.
Syrik bukan hanya khusus penyembah berhala saja.
Kesyrikan yang dimaksudkan didalam Al-Qur'an dan As-Sunnah yang pernah diperangi oleh Rasululloh SAW dimasa Kafir Quraisy Jahilia adalah tentang,

KEKUFURAN yaitu Al-I'tikod / Keyakinan hati :
Orang orang yang selalu bergantung dan selalu berupaya mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara berdoa, memohon, kepada :

Berhala berhala, Arca arca, Malikat malaikat, Nabi nabi, Nabi Isa, Wali wali, maupun orang sholeh yang telah wafat. Dengan beranggapan semua ini dapat mendekatkan diri kepada AllahSWT.
Mereka menjadikan Makhluk ciptaan Allah sebagai :
NASITHOH /PERANTARA.
Inilah Kesyrikan yang dimaksudkan didalam Al-Qur'an,
dan yang diperangi oleh Baginda Rosululloh SAW dan para Nabi nabi dan Rosul rosul terdahulu.
Perlakuan syrik tidak dapat dimaafkan dengan alasan karena tidak mengerti.

Syrik yang terjdi dimuka bumi ini adalah karena sikap berlebih lebihan terhadap orang yang sholeh, pengagungn yang berlebihan sampai pada tingkat taqdis, yaitu pengkultusan, cinta yang berlebihan terhadap orang yang sholeh, diterimanya hal hal yang bid'ah, syaitan mengetahui betul akibat yang ditimbulkan perbuatan bid'ah, dengan senjata inilah syaitan membisikkan dan menjerumuskan manusia dari perbuatan bid'ah yang dianggap baik, diterimanya hal hal bid'ah padahal syariat Ilahi dan fitrah manusia menolaknya.
Pernyataan para Salaf bahwa bid'ah adalah penyebab kekafiran.
Mengetahui kaidah umum sikap Ghuluw/Berlebihan dalam Agama adalah dilarang.


Rasululloh saw bersabda :
Jauhilah oleh kamu sekalian sikap berlebihan, karena sesungguhnya sikap yang berlebihan itulah yang telah menghancurkan umat umat sebelum kamu
(Hadist riwayat Imam Ahmad, At-Tarmizi dan Ibnu Majah
dari Ibnu Abbas Radiyalohu Anhuma).

Muslim meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud bahwa Rasululloh saw bersabda :
Binasalah orang orang yang berlebihan tindakannya.
Beliau sebutkan kalimat ini sampai tiga kali.

"Kategori - Syrik "

Syrik Akbar :
- Perlakuan menyekutukan Allah dalam hal Ibadah.
- Takut dan cinta kepadanya sebagaimana ia takut dan cinta kepda Allah swt.
- Memalingkan salah satu bentuk Ibadah kepadanya.
- Tawaf sekeliling kubur.
- Menyembelih bukan karena Allah.
- Laki laki beribadah sambil memukul gendang.
- Bersumpah dengan selain Allah.
- Penyembelihan kurban untuk berhala berhala, bernazar, berdoa kepadanya seperti

yang dilakukan orang musyrikin yang menyembah orang mati.
Pelaku jenis syrik ini mengakibatkan pelakunya keluar dari Islam.
Menghapus seluruh amal yang disertainya.


" Syrik Ashghor / syrik Kecil "
Yaitu : Riya ( sifat pura pura dalam melakukan amal Ibadah, maupun amal sholeh, tanpa niat Ibadah karena Allah ).

Tidak ikhlas karena Allah dalam beribadah.
Melakukan amal karena ingin dilihat oleh manusia.

Merasa malas saat tidak ada yang melihatnya
Riya atau sifat pura pura ini lebih halus dari jalannya semut hitam pada malam gelap gulita.
Merasa senang saat orang lain melihat perbuatan baiknya, dan merasa malas saat tidak ada orang yang melihatnya.

Rasulullah SAW bersbda :
Yang paling Aku takutkan terjadi atas diri kalian adalah Syrik kecil,
maka para sahabat bertanya :
Apakah syrik kecil itu wahai Rasulullah, lalu beliau menjawab : Riya.
(HR. AHMAD dan Abu Daud).

Pelaku jenis syrik ini dapat menghapus seluruh amal yang disertainya, tetapi tidak membatalkan ke Islamannya. Syrik Ashghor lebih berat dosanya daripada perbuatan dosa dosa besar.
Syrik Ashghor ini adalah perbuatan dosa yang paling dikawatirkan oleh Rasululloh saw terhadap para shabat, padahal sahabat adalah orang orang yang sholeh.

Diriwayatkan dari Abu Sa'id Radhiyallahu'Anhu.
Bahwa Rasululloh saw bersabda :
Maukah kamu aku beritahu tentang sesuatu,yang menurutku,
lebih aku khawatirkan terhadap kamu daripada Al-Masih Ad-Dajjal,

Sahabat mnjawab :
Baiklah, ya Rasululloh Beliau pun bersabda :
Yaitu : Ketika seseorang berdiri melakukan shalat, Dia perindah shalatnya itu karena mengetahui ada orang lain yang memperhatikannya
(Hadits riwayat Imam Ahmad).

Tidak ada komentar: